Gerbangsulsel.com- Garda Revolusi Islam Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sebelum Amerika Serikat memenuhi sejumlah tuntutan, termasuk membayar kompensasi atas kerusakan akibat perang.
Blokade Iran terhadap jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama energi dunia itu telah mengguncang pasar dan mendorong kenaikan harga.
Di tengah tekanan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya tetap “bersikap tenang” dalam menghadapi Teheran.
Iran bahkan menegaskan ingin mempertahankan kendali atas Selat Hormuz setelah perang berakhir.
Teheran juga menginginkan adanya biaya yang dikenakan terhadap kapal-kapal yang melintas.
Dalam beberapa kesempatan, Iran menyerang kapal yang dituduh berupaya menghindari rute pelayaran yang ditetapkan.
Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Sabtu (8/8) telah menetapkan sejumlah syarat untuk pembukaan kembali Selat Hormuz.
Syarat tersebut meliputi penghentian perang di seluruh front, pencabutan blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, penghentian sanksi, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta pembayaran kompensasi atas kerusakan akibat perang.
Ketentuan itu mempertegas kesepakatan yang disebut telah dicapai pada Juni lalu, termasuk rencana pembentukan dana rekonstruksi senilai US$300 miliar untuk Iran.
Garda Revolusi Iran pada Minggu (9/8) kembali menegaskan bahwa blokade akan dipertahankan hingga seluruh tuntutan Teheran dipenuhi.
“Strategi kami adalah mempertahankan blokade sampai musuh menerima semua syarat kami,” demikian pernyataan Garda Revolusi Iran.
Mereka juga menyebut Selat Hormuz kini telah menjadi “medan perang” dan bukan sekadar jalur perairan.
Di sisi lain, Trump memilih menampilkan sikap yang berbeda. Dalam wawancara dengan Axios, Minggu (9/8), ia mengatakan pendekatannya terhadap Iran tetap tenang.
“Kita bersikap tenang,” kata Trump.
“Kita hanya setengah bernegosiasi dengan mereka,” lanjutnya. Trump juga menyinggung kondisi ekonomi Iran yang menurutnya tengah menghadapi inflasi tinggi dan keterbatasan keuangan.
“Ini akan berhasil. Ini seperti permainan catur,” ujar Trump.
Sementara itu, Iran tengah melakukan negosiasi terpisah dengan Oman untuk mencari mekanisme pengelolaan Selat Hormuz.
Oman selama ini dikenal memiliki hubungan dekat dengan Teheran maupun Washington dan kerap berperan sebagai mediator regional.
Pembicaraan Iran-Oman tersebut diarahkan untuk membentuk kerangka hukum dan mekanisme baru bagi pelayaran di Selat Hormuz.
Salah satu opsi yang dibahas adalah penetapan rute navigasi sementara yang nantinya dapat menjadi dasar bagi pengaturan permanen.
Namun, pejabat Iran menegaskan bahwa kesepahaman dengan Oman tidak serta-merta berarti Selat Hormuz akan dibuka sepenuhnya.
Dengan demikian, pembukaan kembali salah satu jalur energi paling strategis dunia itu masih bergantung pada terpenuhinya tuntutan Teheran dan hasil negosiasi yang sedang berlangsung.
Editor : Darwis











