Metro

“Gulingkan Prabowo-Gibran!” Seruan KP-GRD Menggema di Jalan Hertasning

×

“Gulingkan Prabowo-Gibran!” Seruan KP-GRD Menggema di Jalan Hertasning

Sebarkan artikel ini
“Gulingkan Prabowo-Gibran!” Seruan KP-GRD Menggema di Jalan Hertasning
Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) menggelar aksi unjuk rasa di pertigaan Jalan Hertasning–Pettarani, Kota Makassar

Gerbangsulsel.com- Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) menggelar aksi unjuk rasa di pertigaan Jalan Hertasning–Pettarani, Kota Makassar, Selasa (14/04/2026).

Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk bertuliskan “Gulingkan Prabowo-Gibran, Pukul Balik Rezim Militeristik.”

Jenderal lapangan aksi, Varin Smaun, dalam orasinya menyampaikan bahwa unjuk rasa ini merupakan bentuk perlawanan terhadap dugaan teror dan pembungkaman terhadap masyarakat sipil yang dinilai melibatkan unsur militer.

Menurutnya, kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi gambaran situasi pemerintahan yang disebutnya cenderung militeristik.

“Ini adalah bentuk perlawanan masyarakat sipil atas teror, pembungkaman, dan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus,” ujar Varin Smaun.

Ia juga menuntut agar aktor intelektual di balik kasus tersebut segera diungkap dan diproses melalui peradilan umum.

“Selain itu, kami menuntut agar aktor intelektual di balik penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus segera diseret ke peradilan umum,” tambahnya.

Varin menegaskan, pemerintah harus bertanggung jawab atas kasus tersebut dan mengambil langkah konkret untuk mengusutnya secara tuntas.

Ia meminta presiden untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen guna mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

“Agar tidak terjadi hal serupa, presiden harus mengambil sikap tegas. Apalagi Prabowo sendiri telah menyebut tindakan tersebut sebagai terorisme,” katanya.

Varin juga menyatakan, jika pemerintah tidak membentuk TGPF, maka pihaknya menilai ada indikasi pembiaran terhadap pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

“Jika tidak ada keputusan untuk membentuk TGPF, maka kami menilai pemerintah melindungi pelanggar HAM,” tutupnya.

Dalam aksi tersebut, KP-GRD mengusung isu utama “Gulingkan Prabowo-Gibran, Pukul Balik Rezim Militeristik” dengan sejumlah tuntutan, yakni:

  1. Mencopot Menteri HAM Natalius Pigai.
  2. Mencopot Panglima TNI.
  3. Mencopot Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin.
  4. Mengusut tuntas aktor intelektual di balik penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
  5. Mengembalikan TNI ke barak.
  6. Melakukan reformasi TNI.
  7. Segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

    Editor : Darwis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *