Gerbangsulsel.com– Praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak kembali dilaporkan terjadi di perairan Pulau Bauluang, Desa Minasa Baji, Kecamatan Tanakeke, Kabupaten Takalar.
Aktivitas ilegal ini diduga kembali marak setelah penanganan kasus serupa sebelumnya tidak menunjukkan kejelasan hukum.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi bom ikan terjadi pada Minggu (22/2/2026).
Seorang sumber mengaku menyaksikan langsung aktivitas tersebut dan mengirimkan foto terduga pelaku kepada wartawan melalui pesan WhatsApp.
“Beraksi lagi pak, membom di perairan Pulau Bauluang,” ujar sumber tersebut.
Terduga pelaku disebut-sebut merupakan warga Tanakeke yang sebelumnya pernah diperiksa aparat kepolisian dalam kasus serupa.
Namun, hingga kini belum ada informasi terbuka mengenai perkembangan maupun status hukum perkara tersebut.
Kondisi ini memunculkan dugaan minimnya efek jera terhadap pelaku.
Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan berdampak serius terhadap kelestarian lingkungan laut.
Ledakan tidak hanya membunuh ikan dalam jumlah besar, tetapi juga menghancurkan terumbu karang yang menjadi habitat penting berbagai biota laut.
Kerusakan terumbu karang mengancam keseimbangan rantai makanan dan menurunkan daya dukung perairan dalam jangka panjang.
Jika praktik ini terus dibiarkan, degradasi ekosistem laut di kawasan Tanakeke dikhawatirkan akan semakin parah.
Dampaknya juga dirasakan langsung oleh nelayan yang menggunakan alat tangkap ramah lingkungan. Mereka mengeluhkan hasil tangkapan yang terus menurun akibat populasi ikan menyusut dan area tangkap yang rusak.
“Kami sudah berkali-kali melaporkan kasus bom ikan, tapi tidak ada tindakan tegas. Kami yang bekerja dengan jaring hasilnya makin sedikit, sementara mereka yang pakai bom bisa dapat banyak dalam waktu singkat,” ujar seorang warga setempat. Rabu (25/2/2026)
Hingga berita ini diterbitkan, Polres Takalar yang sebelumnya dikonfirmasi terkait video bom ikan yang sempat viral, belum memberikan tanggapan resmi mengenai kelanjutan penanganan kasus maupun perkembangan terhadap terduga pelaku yang pernah diperiksa.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum bertindak tegas dan transparan agar praktik destruktif tersebut tidak terus berulang dan merusak masa depan sumber daya laut di wilayah Tanakeke.
Bersambung..
(Tim)











